Dinas Perdagangan Diperintahkan Selidiki "Mie Haram"

283 Views | 19 Februari 2017

KOMINFO.SAMARINDA - Isu beredarnya panganan impor jenis mi instan merk tertentu direspon serius. Wakil Walikota (Wawali) Samarinda Nusyirwan Ismail langsung mengumpulkan segenap stafnya, Kamis (16/2/2017). Secara khusus orang nomor dua di Kota Samarinda itu meminta Dinas Perdagangan untuk bekerja keras. Terutama untuk menyelidiki lebih jauh baik kemunculan hingga peredaran panganan yang bisa menimbulkan keresahan warga tersebut.

“Saya minta Dinas Perdagangan untuk Menyelidik asal-usul barangnya. Kenapa kok bisa masuk ke Samarinda? Biar bisa segera tertangani dan warga bisa tenang,” ujar Nusyirwan. Diakuinya apakah memang benar panganan dimaksud mengandung daging babi ataukah tidak, masih menunggu hasil uji laboratorium. Namun dari hasil identifikasi sementara, panganan produksi luar negeri itu disinyalir tidak memiliki izin impor serta izin edar. Karena itu, dalam waktu dekat segera ditertibkan. Untuk penertiban dimaksud tidak hanya khusus menyasar panganan yang diduga mengandung daging babi. Tetapi juga produk lain yang dianggap meresahkan warga. “Saya juga minta instansi terkait untuk menyelidik lebih jauh soal adanya ikan yang tidak melalui TPI (Tempat Pelelangan Ikan, Red) Selili dan diduga menggunakan formalin secara berlebihan. Semuanya harus bisa ditertibkan,” tandas Nusyirwan. (Kmf3)

Halaman Sebelumnya Halaman Selanjutnya
SEPUTAR DISKOMINFO KOTA SAMARINDA
trending DISKOMINFO KOTA SAMARINDA