Kemenperin Luncurkan Roadmap Implementasi Industri 4.0

402 Views | 4 April 2018

Hai Sobat Industri! (disesuaikan dengan sapaan masing-masing) Hari ini diluncurkan Inisiatif Nasional #MakingIndonesia4.0, sebuah roadmap mengenai strategi Indonesia dalam implementasi memasuki #Industri4.0 (Poster Acara Indonesia Summit)

[11:33, 4/4/2018] Mas Dede Kominfo: Peluncuran #MakingIndonesia4.0 adalah salah satu rangkaian acara @kemenperin_ri yaitu Indonesia Industrial Summit 2018 yang diresmikan langsung oleh Presiden @jokowi

#Industri4.0 perlu segera diimplementasikan untuk menjawab tantangan sektor industri saat ini. Revitalisasi sektor industri perlu dilakukan agar Indonesia tidak tertinggal dari negara lain yang semakin berdaya saing

Salah satu strategi Indonesia memasuki #Industri4.0: Menyiapkan lima sektor manufaktur yang akan menjadi percontohan untuk memperkuat struktur industri Tanah Air. (Infografis 1-Industri 4.0)

Kinerja sektor perindustrian terus menunjukkan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan ekonomi nasional. Posisi Indonesia di dunia kini melesat menjadi peringkat ke-9 tahun 2016 yang melampaui Inggris dan Kanada. #MakingIndonesia4.0

Sektor manufaktur jg telah memberikan kontribusi sebesar 17,88 persen terhadap PDB Indonesia. Negara kita kini menjadi peringkat ke-4 dunia dari 15 negara yang kontribusi industri manufaktur terhadap PDB‐nya di atas 10 persen. Nilai kontribusi ini juga yang tertinggi di ASEAN. #MakingIndonesia4.0

Kita optimis bisa mencapai 10 besar ekonomi terkuat dunia di tahun 2030. Caranya? Berikut 10 strategi prioritas nasional untuk #MakingIndonesia4.0 (Infografis 2-10 strategi prioritas nasional)
[11:34, 4/4/2018] Mas Dede Kominfo: Ini caption utk di medsos kominfo
[11:35, 4/4/2018] Mas Dede Kominfo: Kemenperin Luncurkan Roadmap Implementasi Industri 4.0


Kementerian Perindustrian meluncurkan Making Indonesia 4.0 sebagai sebuah roadmap atau peta jalan mengenai strategi Indonesia dalam implementasi memasuki Industri 4.0 hari ini (4/4) di Jakarta Convention Center. Peluncuran ini termasuk pada rangkaian acara Indonesia Industrial Summit 2018 yang diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

“Acaranya bakal berlangsung selama dua hari, yang diisi dengan berbagai narasumber untuk talkshow dan juga dihadiri para pemangku kepentingan terkait seperti dari kementerian dan lembaga, pelaku industri serta akademisi,” kata Menperin Airlangga Hartarto

Acara ini juga menghadirkan sinergi lintas Kementerian. Selain Menteri Perindustrian, juga dijadwalkan beberapa menteri akan memberikan pemaparan, seperti Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Menteri Keuangan, Menteri Komunikasi dan Informatika, serta Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. 
Selanjutnya, dari pelaku industri, antara lain PT SIEMENS Indonesia, Barry Callebaut, PT GE Indonesia, PT Chandra Asri Petrochemical, Tbk., PT Pan Brothers, PT Sri Rejeki Isman (Sritex), IBM Indonesia, PT Astra Otoparts, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PT Cisco Systems Indonesia, dan PT Samsung Electronics Indonesia.

Sementara itu, pihak yang mewakili akademisi, di antaranya Prof. Drajad Irianto dari Institut Teknologi Bandung,Prof. Teuku Yuri Zagloel dari Universitas Indonesia, dan Politeknik Manufaktur Astra. “Kami juga mengundang konsultan global, AT Kearney untuk memberikan pemaparan tentang benchmarking implementasi Industri 4.0,” ujar Haris.

Menperin mengungkapkan, Industri 4.0 perlu segera diimplementasikan untuk menjawab tantangan sektor industri saat ini. “Revitalisasi sektor industri perlu dilakukan agar Indonesia tidak tertinggal dari negara lain yang semakin berdaya saing,” tuturnya.
 
Untuk itu, salah satu strategi Indonesia memasuki Industri 4.0 adalah menyiapkan lima sektor manufaktur yang akan menjadi percontohan untuk memperkuat fundamental struktur industri Tanah Air. Adapun kelima sektor tersebut, yaitu Industri Makanan dan Minuman, Industri Otomotif, Industri Elektronik, Industri Kimia, serta Industri Tekstil.

“Melalui komitmen dan partisipasi aktif dari pemerintah, swasta dan publik melalui kemitraan yang tepat sasaran, kita semua yakin bahwa Industri 4.0 akan membawa manfaat bagi bangsa dan negara, khususnya kinerja industri nasional,” terangnya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Ngakan Timur Antara menyampaikan, kinerja sektor perindustrian terus menunjukkan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan ekonomi nasional. Berdasarkan nilai tambah manufaktur (Manufacturing Value Added), posisi Indonesia di dunia melesat dari peringkat ke-11 pada tahun 2015 menjadi peringkat ke-9 tahun 2016 yang melampaui Inggris dan Kanada.
 
Sedangkan dari sisi kontribusinya terhadap PDB, sektor manufaktur telah memberikan kontribusi sebesar 17,88 persen terhadap PDB Indonesia.

Halaman Sebelumnya Halaman Selanjutnya
SEPUTAR DISKOMINFO KOTA SAMARINDA
trending DISKOMINFO KOTA SAMARINDA