Pjs. WALIKOTA SAMARINDA Pimpin Apel operasi Ketupat 2018

420 Views | 6 Juni 2018

DISKOMINFO - SAMARINDA. Polresta Samarinda  menggelar Upacara Operasi Ketupat Tahun 2018 di halaman  kantor Polresta jl. Slamet Riyadi Samarinda rabu (6/6) 

Insfektur Upacara (Irup) langsung dipimpin oleh Pjs. Walikota Samarinda DR. Ir. H.ZAIRIN ZAIN M.si. dan diikuti oleh ratusan peserta upacara yang terdiri dari anggota Polisi militer, TNI, Polres, Brimob, Dishub, Pol.PP, Damkar, serta dari PMI.


Sebelum membacakan amanat dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Pjs. Walikota melakukan penyematan Pita tanda dimulainya operasi Ketupat 2018 secara simbolis kepada perwakilan Peserta Upacara yang diwakili oleh tiga orang peserta upacara dari Polisi Militer, Polresta dan Dishub kota samarinda.


Dalam acara ini juga dihadiri oleh kapolres Samarinda, Denpom, Dandim Samarinda Kapolsek se kota samarinda, Kepala Dishub kota Samarinda, Kepala Diskominfo Kota samarinda, kepala Badan Kesbang kota samarinda, Kepala Kementerian Agama kota samarinda.


Dalam amanat tertulis Kapolri yang dibacakan oleh Pjs. Walikota mengatakan bahwa salah satu operasi kepolisian terpusat, operasi ketupat 2018 diselenggarakan serentak diseluruh Polda selama 18 hari dimulai dari tanggal 7 s/d 24 juni 2018.operasi ini melibatkan sebanyak 173.397 personil pengamanan yang tergabung dari unsur Polri, TNI dan.Pemda terkait serta unsur masyarakat. Rencana operasi disusun melalui sangkaian evaluasi terhadap pelaksanaan operasi ramadhania pada tahun 2017 disertai analisa potensi  gangguan kantibmas ditahun 2018. Sehingga pelaksanaan operasi pada tahun ini setidaknya ada empat potensi kerawanan yang harus diwaspadai bersama. Potensi kerawanan pertama yang harus diwaspadai adalah stabilitas harga dan persediaan bahan pangan. Potensi kerawanan ke dua, adalah masalah  kelancaran dan keselamatan arus mudik dan arus balik.. potensi kerawanan ke tiga yang juga harus diantisipasi adalah potensi becana alam dan gangguan kantibmas lainnya seperti curanmor, copet, pencurian rumah kosong, begal, dan hypnotis untuk itu para kasatwil dapat mengambil langkah freentip  maupun fretentip yang diperlukan sehingga bisa menekan potensi yang ada.


Kapolri juga berharap agar seluruh kasatwil  dapat terus menerus berkoordinasi dengan pihak Basarnas, BMKG dan pihak lainnya dalam upaya mengantisipasi dan mewaspadai potensi bencana alam. Potensi kerawanan ke empat adalah ancaman tindak pidana terorisme, guna mengantisipasi potensiasi terorisme yang menekankan seluruh Kasatwil  untuk terus meningkatkan deteksi intelejen yang diimbangi.dengan upaya penegakan hukum dengan tegas. Selain itu pengamanan tempat ibadah, pusat keramaian, markas Polri  serta aspek Keselamatan personil keamanan harus jadi perhatian. Perkuat pengamanan pada obyek-obyek tersebut serta laksanakan  pendampingan personil dengan personil bersenjata. 


Di akhir amanatnya kapolri  memerintahkan kepada seluruh jajaran polri agar terus melakukan kerja sama dengan rekan-rekan TNI  dan stafholder lainnya.

Halaman Sebelumnya Halaman Selanjutnya
SEPUTAR DISKOMINFO KOTA SAMARINDA
trending DISKOMINFO KOTA SAMARINDA