Ternyata Ini Penyebabnya Masih Banyak yang BAB di Sungai

294 Views | 25 Maret 2017

KOMINFO. SAMARINDA - Perlahan tapi pasti mulai terungkap soal penyebab  pasti tercemarnya Sungai Karang Mumus (SKM). Tidak hanya pencemaran yang diakibatkan oleh pembuangan sampah. Tetapi juga karena masih banyaknya warga yang memiliki kebiasaan Buang Air Besar (BAB) ke sungai. Apalagi sebagian besar rumah di bantaran SKM tidak memiliki septic tank sehingga kotoran langsung mengalir ke sungai. Ini tentunya tidak baik untuk kesehatan tubuh maupun lingkungan sekitar. Kuat dugaan, warga membuang kotoran ke sungai ini karena hampir tak satupun banguan yang menghadap ke sungai.

Justru semuanya membelakangi sungai, sehingga menjadikan sungai sebagai tempat membuang kotoran. Padahal jika sungai dikelola secara baik, justru akan menjadi destinasi wisata yang menarik.

Hal ini terungkap dalam rapat terbatas antara Walikota Samarinda Syaharie Jaang dengan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) terkait di ruang VIP Rumah Jabatan (Rumjab) Walikota, Kamis (23/3/2017) siang. Bahkan Jaang sendiri mengaku sudah beberapa kalI meninjai ke lapangan. Tidak hanya di sisi darat, tetapi juga hingga beberapa kali menggunakan kapal menyusuri sungai.

"Termasuk yang di Jalan S Parman Samarinda Ulu. Di segmen dekat Taman Cerdas itu sudah mulai bersih dan diturap dengan dan dari APBN. Saya berharap supaya di seberangnya itu juga bisa bersih sehingga bisa kelihatan menarik," ujar Jaang.

Meski program relokasi warga bantaran SKM tetap berjalan normal, namun diakui Walikota dua periode itu ada alternatif lain. Terutama bila warga yang memiliki lahan di sepanjang bantaran SKM itu memilih untuk tetap bertahan. Jika memilih untuk bertahan, maka jangan sampai ada lagi warga yang membuang kotoran ke sungai. Salah satu langkah yang paling nyata adalah dengan mengubah penataan agar semua rumah di sepanjang bantaran SKM itu menghadap ke sungai. Dengan demikian, tidak ada lagi yang membuang kotoran ke sungai. Karena bila rumah sudah menghadap ke sungai, secara otomatis harus menyiapkan septic tank di bagian belakang.

"Nanti bisa dipikirkan lebih lanjut alternatif terbaiknya seperti apa. Bisa nanti berupa bantuan Closet dan lain sebagainya. Yang terpenting sungai kita tetap terjaga dan tidak terus-terusan tercemar," terang Jaang. (kmf3/kmf13)

Halaman Sebelumnya Halaman Selanjutnya
SEPUTAR DISKOMINFO KOTA SAMARINDA
trending DISKOMINFO KOTA SAMARINDA