Zairin Zain : Empat Sekolah Ujian Manual Paper Based Test

Post By : User Kosong Created : 2 years ago Jurnalis : Anonymous
Ujian Nasional berbasis komputer (UNBK) SMP/MTS Tahun 2018 secara resmi digelar serentak di seluruh Indonesia 23-26 April 2018.
Pembukaan dan Arahan Pelaksanaan Monitoring UN SMP di Samarinda oleh PJ Walikoa Zairin Zain dilaksanakan di SMPN 22 Jl. Pahlawan Samarinda dan diteruskan dengan tinjauan monitoring ke SMPN 18 Jl Ciptomangunkusumo Harapan Baru, SMPN 15 Jl. Soekarno Hatta KM1 Loa Janan Ilir, MTS Labbaika Jl. KH. Harun Nafsi Rapak Dalam dan SMPN 31 Jl. Surabaya Palaran. “Pelaksanaan monitoring ini tak lain untuk mengecek langsung kesiapan di lapangan baik pihak sekolah ataupun siswa selain itu untuk memberi motivasi agar siswa yang mengikuti ujian semakin bersemangat. Karena kita ketahui semua UN sekarang berbasis komputer karena sudah program Nasional. Oleh sebab itu siswa kita harus disiapkan untuk melek IT,  agar tidak ketinggalan oleh perkembangan teknologi jaman sekarang.  Namun dari informasi masih ada beberapa sekolah di Samarinda sekitar empat SMPN dalam melaksanakan ujian tahun ini masih menggunakan kertas dan pensil antara lain SMPN 20 di Bukuan, SMPN 30 di Pampang, SMPN 33 di Bantuas, SMPN 42 di Sempaja Utara untuk swasta dan MTS clean tidak ada masalah terlebih Kemenag Pusat sudah langsung menurunkan alatnya seperti komputernya. Beberapa SMPN yang mengerjakan UN dengan manual didasari oleh beberapa faktor antara lain sumber daya energi atau listrik yang belum merata di wilayah sekitar, akses jaringan internet yang belum sampai dan yang utama tentu anggaran Pemerintah yang masih terbatas sehingga pengadaan komputer masih perlu waktu,” terang Zairin Zain. Ditambahkan Zairin yang jelas siswa harus tetap fokus dan berkonsentrasi terhadap ujian ini karena sistim komputerisasi tidak mungkin bisa dirubah – rubah lagi hasilnya karena basis linknya langsung terkoneksi ke Pusat. “Terpenting lagi tim programmer juga tim teknisi IT nya nanti harus selalu stanby dan langsung mengontrol terus supaya tidak terjadi trouble disaat ujian berlangsung. Dan untuk yang menjalankan ujian dengan cara manual tidak perlu berkecil hati karena soal yang diberikan bobotnya tetap sama jadi dalam perbedaan ini hasilnya tetap disatukan. Kedepannya Pemerintah akan segera menutupi beberapa kekurangan – kekurangan yang terjadi di Samarinda agar tahun 2019 mendatang khususnya SMP Negeri UN bisa dilaksanakan dengan sistim UNBK seratus persen,” tambahnya. Kadisdik Kota Samarinda Akhmad Hidayat menerangkan untuk pelaksanaan UN SMP/MTS tahun 2018 seluruh Samarinda diikuti 116 sekolah dengan rincian 13.325 siswa. Monitoring tersebut juga dihadiri Ketua dan Anggota komisi IV DPRD Kota Samarinda, Tim Inspektorat Jenderal Kementerian pendidikan dan kebudayaan RI, Asisten dilingkungan Pemkot Samarinda, Kepala Satpol PP, Kepala Kemenag Kota Samarinda, Ketua dan Pengurus Dewan Pendidikan PGRI Kota Samarinda, Kadis dan Sekretaris Diskominfo Kota Samarinda, Kordinator dan Pengawas UNBK Kota Samarinda dan lainnya.